Benarkah Pendataan Non ASN Untuk Diangkat Langsung Menjadi PPPK?
Pendataan Non ASN Tahun 2022 oleh BKN

Jakarta, Bjorak.com – Benarkah Pendataan Non ASN 2022 yang dilakukan oleh BKN akhir-akhir ini untuk mengangkat langsung  PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) atau PNS ?.

Ternyata Bukan itu tujuan semata diadakannya Pendataan Non ASN. Dilansir dari Kontan.co.id, bahwasanya Pendataan non-ASN di Pendataan-nonasn.bkn.go.id bertujuan untuk memetakan dan mengetahui jumlah pegawai selain PNS dan PPPK di lingkungan instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Pendataan non-ASN bukan untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS atau PPPK.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan pendataan Tenaga Non-Aparatur Sipil Negara (ASN) ini sendiri akan berlangsung hingga 31 Oktober 2022. Pada tanggal 30 September 2022 mendatang, proses pendataan non ASN akan masuk ke tahap pra finalisasi di mana seluruh honorer yang masuk ketentuan harus sudah didata.

Pendataan tersebut dilakukan melalui laman resmi milik BKN, yaitu pendataan-nonasn.bkn.go.id. Instansi perlu melakukan registrasi terlebih dahulu terhadap data honorer sebelum honorer bisa membuat akun dan juga melakukan pendaftaran.

Tidak sedikit masyarakat menduga pendataan ini dilakukan untuk mendata honorer yang akan diangkat jadi PNS maupun PPPK tanpa melalui proses atau prosedur lanjutan lainnya seperti Assesment atau Tes lanjutan.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa tidak semua honorer bisa ikut serta dalam pendataan non ASN. Kriteria atau ketentuan honorer yang termasuk dalam pendataan telah dijabarkan Menteri PANRB dalam surat edaran Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 (Download Disini)

Apa kata BKN tentang Pendataan Non ASN ini?

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama menegaskan pendataan ini bukan untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS atau PPPK.  “Bukan (untuk pengangkatan),” tegas Satya dihubungi Kompas.com, Minggu (25/9/2022).

Kepala Biro Humas BKN Terkait Pendataan Non ASN 2022

Satya mengatakan, tujuan pendataan ini adalah untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi terakhir terkait tenaga non-ASN. “Untuk mendapatkan informasi terkini tentang kondisi terakhir untuk tindak lanjut,” ujar Satya. Tindak lanjut tersebut terkait aturan di mana pada tahun 2023 nanti sudah harus tidak ada lagi tenaga non-ASN.

Baca Juga : BSU Tahap 3 Cair Hari Ini

Sementara itu, dikutip dari laman Instagram resmi @kemenpanrb dijelaskan tujuan pendataan tenaga non-ASN yakni sebagai berikut:

  • Memetakan dan memvalidasi data pegawai non-ASN di lingkungan instansi pemerintah baik dari segi sebaran, jumlah, kualifikasi, dan kompetensi
  • Mengetahui apakah tenaga non-ASN yang telah diangkat oleh instansi Pemerintah sudah sesuai kebutuhan dengan kebutuhan dan tujuan organisasi
  • Data yang sudah diinventarisasi akan menjadi landasan dalam menyiapkan roadmap penataan tenaga non-ASN di lingkungan instansi pemerintah.

Siapa saja yang bisa ikut Pendataan (Non ASN) Tersebut?

Dikutip dari Kompas.com 20 September 2022, tenaga non-ASN yang berhak untuk melakukan pendataan adalah Tenaga Honorer (THK-II) yang terdapat dalam database nasional BKN, serta pegawai non-ASN yang telah bekerja di instansi pemerintah. Akan tetapi pendataan belum berlaku bagi tenaga non-ASN di lingkungan Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain itu, tidak berlaku pula bagi petugas kebersihan, pengemudi, satuan pengamanan, dan jabatan lain yang dibayarkan dengan mekanisme alih daya atau outsourcing.

Baca Selengkapnya Siapa yang bisa ikut Pendataan (Non ASN) Disini

Apa Saja Syarat mengikuti Pendataan (Non ASN) 2022?

Nah untuk anda yang masih penasaran dan belum yakin betul apakah anda masuk atau tidak kedalam Pendataan tersebut. Berikut ini syarat pendataan tenaga non-ASN:

  • Masih aktif bekerja di instansi pendaftar non-ASN.
  • Mendapatkan honorarium dengan mekanisme pembayaran langsung yang berasal dari APBN untuk instansi pusat, dan APDB untuk instansi daerah. Dan bukan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa, baik individu maupun pihak ketiga.
  • Diangkat paling rendah oleh pimpinan unit kerja.
  • Telah bekerja paling singkat 1 tahun pada tanggal 31 Desember 2021.
  • Berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 56 tahun pada 31 Desember 2021.

Bagaimana Cara Mendaftar Akun Pendataan (Non ASN) Jika Sudah yakin Memenuhi Syarat Di Atas?

Berikut ini cara daftar pendataan non-ASN bagi yang akan melakukan pendataan non ASN, :

  1. Buka https://pendataan-nonasn.bkn.go.id/
  2. Klik “Buat Akun”, lakukan pengecekan data yang telah didaftarkan admin instansi dan isi data yang diperlukan.
  3. Kemudian, klik “Lanjutkan”.
  4. Buat kata sandi untuk akses masuk ke portal Pendataan Non ASN, unggah scan KTP berwarna, dan pas foto berlatar belakang biru dengan format yang ditentukan, dan isi kode captcha. Klik “Lanjutkan”.
  5. Cek ulang data yang telah dimasukkan. Jika data sudah benar, klik “Proses Pembuatan Akun“. Sedangkan, jika belum benar, perbaikan data dapat dilakukan dengan klik “Kembali”.
  6. Setelah yakin semua data sudah terisi dengan benar, klik “Iya” pada halaman konfirmasi, dan pembuatan akun selesai.
  7. Selanjutnya, cetak kartu informasi akun dengan klik “Cetak Informasi Pendaftaran”.
  8. Kemudian, masuk atau login kembali ke akun yang telah dibuat dengan klik “Lanjutkan Login Pendaftaran”.
  9. Setelah berhasil masuk, unggah dokumen ijazah terakhir, isi biodata diri, masukkan kode captcha sesuai yang tertera, dan klik “Selanjutnya”. Isi riwayat pekerjaan, serta unggah bukti pembayaran gaji dan SK jabatan. Lalu, klik “Selanjutnya”.
  10. Halaman akan menampilkan resume tenaga non-ASN.
  11. Periksa kembali data-data yang telah diisi, dan beri tanda centang pada kotak yang tersedia.
  12. Setelah yakin, akhiri proses pendaftaran dengan klik “Akhiri Proses Pendaftaran”.
  13. Cetak kartu informasi akun dengan pilih “Cetak Kartu Informasi Akun”.

Untuk lebih lengkapnya, Buku Petunjuk Pendaftaran dan Pengisian bisa di Download Disini

Comments

Leave a Reply