Maulid Nabi Muhammad, Sang Pembawa Risalah Terakhir
Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 rabiul awal

Syiar Islam, Bjorak.com – Maulid Nabi Muhammad SAW, Sang Pembawa Risalah Terakhir. Berikut adalah esensi Khutbah Jum’at 30/09/2022 di Masjid Al Ishlah Polres Lombok Timur.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada kita sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, yakni takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjalankan perintah-Nya.

Karena dengan takwa, kita akan diberi solusi oleh Allah dari setiap problem hidup yang kita alami, dan dengan Taqwa pula Allah anugrahkan rezeki melimpah yang di hadirkan dari jalan yang tidak kita sangka-sangka.

Hadratal muhtaromin rohimakumullah..

Tanpa sadar sekarang kita telah berada pada bulan Rabiul Awal, bulan mulia di mana terjadi peristiwa amat bersejarah bagi umat islam yakni Maulid Nabi Muhammad SAW selaku penutup para nabi dan rasul dilahirkan ke dunia ini. beliaulah Baginda Besar Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam.

Nabi akhir zaman, yang akan memberi Syafaat kelak pada hari kiamat, berjumpa dengannya sangat di rindukan ummatnya, bliaulah Nabi penebar kasih sayang.

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, Nabi diutus ke muka bumi ini tak lain adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah al-Anbiya ayat 107:

للعالمين رحمة إلا أرسلناك وما

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Imam al-Baidhawi dalam kitab tafsirnya menyebutkan sebab disebutnya pengutusan Nabi uhammad shallallahu ‘alahi wa sallam sebagai rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam ialan karena diutusnya Nabi ke seluruh dunia di muka bumi ini menjadi kebahagiaan dan kebaikan bagi kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat kelak.

Kasih sayang yg universal kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Bahkan kepada orang musyrik pun Nabi Saw berlaku santun dan mengasihi. Maka kita sebagai ummatnya haruslah meneladani dari apa yg telah di wariskan oleh baginda Rasul saw. Sehingga Menjadi sebuah keharusan bagi setiap manusia untuk saling menyayangi satu dengan yang lainnya.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Juz 1 halaman 11, Nabi bersabda:

عنه الله نهى ما هجر من والمهاجر ويده، لسانه من المسلمون سلم من المسلم

“Seorang Muslim adalah orang yang tidak melukai saudara Muslim lainnya baik dengan lisan dan tangannya, orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah SWT (HR. Bukhari)”.

Tuntunan Nabi Muhammad SAW jelas, karakter seorang Muslim dalam kehidupan masyarakat adalah harus saling menghormati, menebarkan kasih sayang, meski dalam berbeda pendapat, berbeda manhaj berbeda organisasi dan golongan, seorang muslim tidak akan saling mendzalimi, tidak akan menghujat dan tidak memusuhi terhadap orang lain.

Baik dengan tindakan maupun ucapan. Karena Menghujat dan memusuhi bukanlah perbuatan Muslim, karena jauh dari tuntunan Nabi, akan merenggangkan persaudaraan sesama Muslim, dan akan mengakibatkan permusuhan. Maka Sebagai seorang Muslim, tugas kita adalah menebarkan perdamaian, menebarkan kasih sayang, memupuk persaudaraan, dan menebarkan anti kekerasan.

Hadratal muhtaromin rahimakumullah..

Diantara hal yang harus kita teladani juga dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah akhlaknya yang agung.

عظيم خلق لعلي وإنك

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. AlQalam, 68: 4)

Berbicar mengenai moral atau akhlak, pada hari ini membuat air mata kita menetes. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik mengabarkan kepada kita perihal kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini.

Bukan berarti negeri ini penuh dengan penjahat, tidak. Namun, suara kejahatan masih lebih banyak ketimbang kebaikan. Menengok kembali kepribadian Nabi SAW adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini.

Rasul telah mencontohkan kepada kita bagaimana mengatur negara yang baik dan masyarakat yang bermoral. Dalam menjalankan kekuasaan Rasulullah SAW selalu menekankan aspek kebaikan, kejujuran, kaselahan, dan keadilan bagi semua kalangan tanpa memandang warna kulit, keyakinan, serta ras.

elain itu, Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti agar umatnya tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Karena hawa nafsu sumber kemungkaran dan kemerosotan akhlak.

Orang akan mudah terjerumus untuk korupsi, menipu, dan kemungkaran sosial lainnya jika terlalu menuruti nafsu rakusnya. Bahkan Rasulullah mengancam status keimanan umatnya yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan ‘Amr bin al-Ash, Nabi berkata:

لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”

Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah SWT

Demikianlah khutbah jum’at kali ini untuk memuliakan kembali Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan momen Rabiul awwal ini dapat membawa perubahan dalam tingkah laku kita. Setiap Peringatan maulid bukan hanya sekedar formalitas atau seremonial belaka.

Lebih dari itu, peringatan maulid dan Rabiul awal kita jadikan sebagai sarana bagi kita untuk menambah wawasan tentang kehidupan Nabi SAW, kemudian mengamalkan dan mengkontekstualkan dalam kehidupan sehari-hari. بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم, ونفعني وإياكم بالآيات والذكر

الحكيم. إنه تعالى جواد كريم ملك بر رؤوف رحيم.

Comments

Leave a Reply