Rupiah Melemah Hari Ini Terhadap Dollar
rupiah melemah hari ini 26/9/2022

Jakarta, Bjorak.comRupiah Melemah 7 Hari terakhir ini : Bank sentral Indonesia selalu berada di pasar luar negeri dengan langkah-langkah “tiga intervensi” untuk mencegah jatuhnya mata uang rupiah secara berlebihan, kata seorang pejabat senior, Senin.

Bank Indonesia (BI) menggunakan istilah “triple intervention” untuk menggambarkan intervensinya di pasar spot, domestic non-deliverable forward dan obligasi untuk memperlancar pergerakan rupiah.

Edi Susianto, kepala departemen manajemen moneter BI, mengatakan kepada Reuters bahwa rupiah melemah karena kekhawatiran pasar tentang perlambatan ekonomi global dan potensi risiko resesi.
“Kami selalu berada di pasar dengan intervensi tiga kali lipat untuk memperlancar permintaan dan penawaran FX,” katanya seraya menambahkan bahwa rupiah masih berkinerja lebih baik daripada banyak negara Asia lainnya.

Rupiah turun sebanyak 0,6% pada hari Senin, menjadi 15.125 per dolar. Ini telah kehilangan sekitar 6% sejauh tahun ini terhadap dolar.

Melansir data Bloomberg (money.kompas.com), nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan hari ini ditutup melemah tipis, 0,06 persen ke Rp 15.032 per dollar AS.

Kurs mata uang Garuda terhadap dollar AS bergerak pada rentang Rp 15.011-Rp15.034. Pelemahan nilai tukar rupiah juga terjadi pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau Jisdor. Pada sesi perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor berada pada level Rp 15.035 per dollar AS, lebih rendah dari perdagangan Kamis (22/9/2022) kemarin sebesar Rp 15.033 per dollar AS.

Sentimen kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), masih menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah hari ini.

Dengan tingkat suku bunga acuan The Fed yang lebih tinggi, indeks dollar AS terpantau masih menguat terhadap sejumlah mata uang regional Asia, termasuk rupiah. “The Fed juga mengisyaratkan suku bunga akan naik lebih tinggi dan tetap tinggi, lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya,” ujar Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, Jumat.

Terpantau dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang negara Asia, mulai dari yen Jepang (terkoreksi 0,25 persen), dollar Singapura (terkoreksi 0,42 persen), dollar Taiwan (terkoreksi 0,35 persen), rupee India (terkoreksi 0,15 persen), yuan China (terkoreksi 0,58 persen), ringgit Malaysia (terkoreksi 0,24 persen), dan baht Thailand (terkoreksi 0,31 persen).

Merespons pengetatan kebijakan moneter The Fed, Bank Indonesia (BI) sebenarnya telah mengkerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen. Namun, Ibrahim menilai, langkah BI tersebut tidak direspons secara maksimal oleh pergerakan rupiah. “Pada penutupan akhir pekan, mata uang rupiah ditutup melemah 14 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 15 poin di level Rp 15.037 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.203,” ucap dia.

Namun demikian, dilansir dari www.cnbcindonesia.com, bahwasanya penurunan nilai tukar rupiah tersebut dirasa masih mending. secara year to date, rupiah berhasil menduduki juara kedua, di mana pelemahan terhadap dolar AS terbilang lebih kecil dibandingkan dengan mata uang lainnya di Asia. Rupiah hanya kalah dengan dolar Hong Kong yang melemah 0,7% terhadap dolar AS, sementara rupiah terkoreksi 5,2%.

Di Asia, mayoritas mata uang juga tertekan, hanya dolar Hong Kong yang stagnan terhadap dolar AS. Baht Thailand menjadi mata uang berkinerja terburuk hari ini, di mana melemah 0,67% terhadap greenback. Kemudian disusul oleh yuan China dan rupiah yang terkoreksi masing-masing sebesar 0,56% dan 0,5% di hadapan dolar AS.

Table with 3 columns and 9 rows. Currently displaying rows 1 to 9.
USD/CNY7.16630.56%
USD/HKD7.84950.00%
USD/IDR15,1100.5%
USD/INR81.44300.24%
USD/JPY143.960.45%
USD/MYR4.59600.42%
USD/SGD1.43530.31%
USD/THB37.780.67%
USD/TWD31.9060.32%

Comments

Leave a Reply