Tragedi Kanjuruhan Malang Memakan Ratusan Korban Meninggal
pray for kerusuhan di stadion kanjuruhan malang

Sport Nasional, Bjorak.com – Duka Mendalam menyelimuti dunia persepakbolaan Indonesia pada kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang. Peristiwa itu terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya usai pada Sabtu (01/02).

Sebagian supporter tidak terima dengan hasil petandingan lalu menyerbu masuk ke lapangan. Petugas pengamanan lalu berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan pengalihan agar pada supporter tidak turun dan menerobos masuk ke lapangan dan mengejar pemain hingga akhirnya petugas akhirnya menembakkan gas air mata.

Akibat dari kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut, diketahui ratusan korban meninggal dunia. Dari berbagai sumber menyatakan jumlah korban berbeda-beda.


Vidio : Youtube BBC News Indonesia

Terakhir dilansir Tempo.co : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan jumlah korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan Malang sebanyak 125 orang.

Listyo mengatakan sebelum dilakukan pembaruan, data yang disebutkan sebanyak 129 orang, namun setelah proses verifikasi diketahui ada data ganda.

“Terverifikasi jumlahnya dari awal sebelumnya 129 orang, saat ini data terakhir hasil pengecekan jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda,” kata Kapolri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad, 2 Oktober 2022.

Listyo menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kejadian yang membuat ratusan orang meninggal dunia tersebut. Pihaknya akan melakukan investigasi secara tuntas peristiwa itu.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan data di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Stadion Kanjuruhan. Nantinya, hasil dari pengumpulan data dan perkembangan tersebut akan disampaikan kepada publik.

“Kami sedang melakukan pengumpulan data di TKP untuk mengetahui secara lengkap dan perkembangan yang ada akan kita sampaikan,” ujarnya.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini menjadi bencana terbesar kedua dalam sejarah dunia persepakbolaan Global setelah Tragedi Estadio Nacional dalam pertandingan Peru versus Argentina pada pada 24 Mei 1964 yang memakan korban 328 jiwa dan 500 lainnya luka-luka.

Menyikapi peristiwa itu, Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (02/10) melalui Siaran Pers memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI, untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola,dan juga prosedur pengamanannya.

Dalam Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19 menetapkan petugas keamanan atau polisi tidak boleh membawa senajata api atau gas pengendali masa dalam pertandingan sepak bola.

Comments

Leave a Reply