Trekking Rinjani Mulai Sepi, Begini Kata Trekking Organizer
Trekking Rinjani Mulai sepi, begini kata Trekking Organizer

Pariwisata, Bjorak.com – Mendekati musim penghujan tahun 2022, yang pastinya berdampak pada dunia pariwisata khususnya trekking rinjani di Lombok Indonesia.

Diketahui sebelumnya, bahwasanya Trekking Gunung Rinjani musim 2022 lalu bisa dibilang dimulai lebih awal yakni pada bulan Maret 2022.

Hal itu dikarenakan aktivitas trekking rinjani selama 2 tahun terakhir terkendala karena adanya bencana gempa bumi pada 2018 yang diikuti pandemi covid-19 yang berdampak pada ditutupnya pendakian gunung rinjani. Meski sempat dibuka namun itu dalam kapasitas yang terbatas.

Basimin (11/19/2022), kepada Bjorak.com menuturkan visitor yang melakukan  trekking rinjani sudah mulai berkurang dan bisa dibilang sudah sepi. Operan tamu dari Gili Trawangan atau Agensi yang ada di Bangsal pun sudah mulai jarag yang biasanya setiap hari ada minimal 5 sampai 7 orang.

Trekking Rinjani yang akan dilakukan visitor mancanegara
Photo : Basimin (Owner Bas Rinjani Trekking) melakukan explain kepada visitor dari Germany

Dalam kesempatan yang sama, Basimin selaku owner Bas Rinjani Trekking yang mana merupakan Trekking Organizer paling banyak di pilih sebagai perusahaan jasa trekking organizer di Senaru selama musim Trekking Rinjani 2022.

Ia mengeluhkan bentuk persaiangan yang tidak sehat antara Treking Organizer yang ada di Senaru dan Sembalun, mulai dari pengambilan patokan harga yang tidak wajar dan justru menghancurkan exclusive nya Gunung Rinjani.

Terlebih lagi Agency di Gili Trawangan, Bangsal, Maupun Kuta Mandalika terkesan semena-mena memberikan harga kepada para calon Tamu/Visitor yang hendak mendaki rinjani. Parahnya lagi, ada saja agency dan Trekking Organizer yang justru menjual nama perusahaan kami sehingga tidak jarang justru kami yang mendapat Review Buruk dari Visitor.

Sering kali Trekking Organizer, baik yang ada  Senaru maupun Sembalun justru harus menanggung rugi ketika menerima overan tamu dari Gili Trawangan maupun Kuta yang hanya membayar di bawah RP. 1.500.000,- yang justru sudah include Transport dan sebagainya.

Meski Trekking Organizer makin giat mempromosikan Paket mereka yang ada di website masing-masing melalui Google Ads maupun Facebook Ads, namun itu jutsru tidak berpengaruh besar karena pasti akan kalah dengan patokan harga yang dikehendaki para visitor ynag jauh sudah hancur oleh para calo yang ada di Gili Trawangan dan Kuta Mandalika.

Belum lagi jika ada tamu yang naik dan bertepatan dengan hari libur, maka harga tiket Gunung Rinjani justru melambung tinggai yang tadinya untuk lokal Rp. 5.000/hari menjadi Rp. 7.000/ hari dan untuk turis mancanegara dari Rp. 150.000/hari menjadi Rp. 175.000/ hari.

Kenaikan harga tiket itu dibenarkan oleh pihak pengelola yakni Balai Taman Nasiona Gunung Rinjani, saat Bjorak.com mengkonfirmasi melalui pesan Whatsapp pada Kamis (06/10/2022).

e-ticket Trekking Rinjani naik pada hari libur

Mewakili Trekking Organizer yang ada di Desa Senaru, Basimin berharap besar ada sebentuk aturan baku yang mengikat bagi para pelaku usaha Trekking Organizer Rinjani untuk menertibkan masalah harga supaya tidak terlalu hancur oleh oknum TO yang tidak bertanggung jawab yang justru menghancurkan mata pencaharian utama masyarakat Desa Wisata Senaru.

Comments

March 3, 2023
[…] Read More : Rinjani Info […]

Leave a Reply